Kamis, 19 Januari 2012

KANZEN HYBRID


Hybrid yang ditawarkan Kanzen ini adalah penggunaan bahan bakar gas dan Premium dalam satu motor. Teknologi hybrid ini pastinya berbeda dengan teknologi hybrid yang digunakan pada mobil. Tabung gas yang dipakai sementara menggunakan tabung industri rumah tangga dengan kapasitas 3kg. Ditempatkan tepat di bawah jok pengendara. Tentunya kondisi ini mengorbankan penempatan tangki bensin dan bagasi barang.

Selain gas, Kanzen tetap menggunakan Premium untuk membantu proses pembakaran dalam mesin. Yaitu pada saat start awal, mesin bensin akan bekerja duluan. Lalu ketika suhu pada mesin sudah mencapai 50 derajat celcius, pengendara sudah bisa menekan switch control untuk pindah menggunakan bahan bakar gas.



Proses Kerja Bahan Bakar Gas
Proses kerja bahan bakar bensin pada motor Kanzen Hybrid ini sama seperti proses kerja motor dengan sistem karburator lainnya. Namun Kanzen juga mengembangkan teknologi yang bernama Evapurator. Yakni teknologi untuk menurunkan kadar tekanan yang dihasilkan oleh gas tadi. Karena tekanan gas LPG yang keluar dari tabung tidak serta-merta bisa langsung diolah dan dikonsumsi dalam karburator .

Nah dalam evapurator yang digunakan itu, terdapat beberapa bagian untuk menurunkan kadar tekanan gas cair tadi menjadi lebih kecil. Namun yang paling penting adalah proses pencampuran udara dengan gas cair yang akan dialirkan menuju karburator.

“Kami belum bisa memberikan keterangan lengkap untuk disiarkan melalui media tentang teknologi ini. Karena memang masih dalam proses pengembangan. Yang jelas setelah keluar dari evapurator tadi, tekanannya sudah berubah menjadi 0.5 bar dan masih melalui alat ini sebelum dialirkan ke karburator,” ungkap Chris Andri Tjahyono selaku product engineer KMI.

Switcher Manual
Tidak seperti teknologi mobil hybrid yang mampu melakukan switch sumber tenaga secara otomatis, pada motor Kanzen Hybrid ini proses switch dilakukan secara manual. Switcher-nya sendiri terdapat tepat di bawah setang kemudi sebelah kanan yang menempel pada dada belakang motor. Mungkin masih akan merepotkan pengendara untuk melakukan hal tadi, namun ini masih prototipe yang masih memungkinkan untuk berubah.



Sistem Safety
Masalah yang selalu menghantui banyak orang saat melihat tabung gas tersebut berada tepat dibawah jok sang pengendara, adalah faktor keamanan. Apalagi tabung tersebut tepat berada diatas mesin, dan ini akan sangat rentan dengan kondisi panas yang dihasilkan oleh mesin. “Justru sebaliknya, bahan bakar gas yang terdapat di sini justru tidak akan bisa dikonsumsi jika kondisinya dingin. Karena gas cair tersebut akan beku. Belum lagi saat BBG sedang digunakan, kondisi tabung justru cenderung dingin. Nah kondisi panas dari mesin inilah yang akan menjaga suhu tabung tetap stabil agar gas cair tidak menjadi beku,” jelas Chris.

“Berhubungan dengan masalah safety untuk motor prototipe ketiga, kami sudah membuatkan frame penyanggah dan pengunci khusus agar tabung tetap aman. Dan untuk membuktikan hal ini kami melakukan tes jatuh pada motor tersebut. Dan hasilnya kondisi tabung tidak mengalami hal apapun,” imbuh Nono Sumarno selaku Product Design KMI.



Selain frame dan kondisi suhu tabung, selang yang digunakan untuk mengalirkan gas tersebut juga tidak bisa menggunakan selang tabung gas industri rumah tangga. Karena tipe selang tersebut tidak bisa bertahan lama, bahkan cenderung membengkak dan getas hingga akhirnya pecah dan membuat gas habis percuma. Oleh karena itu disarankan untuk menggunakan selang standar otomotif dengan kode ECE 110.

Karena motor tersebut masih merupakan prototipe dari motor hybrid yang akan dikeluarkan oleh KMI, tentunya desain body tidak akan seperti yang terlihat sekarang. Karena KMI masih konsentrasi dengan pengembangan teknologi hybrid pada motor mereka.

Kompor Berbahan Bakar Air


Kondisi masyarakat kelas menengah kebawah dalam kebutuhan bahan bakar untuk memasak masih selalu jadi beban hidup. Susah karena sulit mendapatkan, ada tapi harga mahal, gas juga setiap saat harga naik dll.Informasi kali ini adalah hadirnya kompor dengan bahan bakar air, lho kok bisa? sangat mungkin bisa, ya baca saja berita selengkapnya. semoga manfaat bagi yang belum tahu beritanya.

Kompor Berbahan Bakar Air ?

Dengan kompor ini, pengguna cukup memakai kombinasi antara satu sendok teh minyak tanah plus satu liter air sebagai bahan bakar maka kompor tersebut bisa menyala selama satu jam. Nah tentu saja sangat jauh lebih hemat bila bandingkan Dengan performance kompor biasa yang bisa menghabiskan satu liter minyak tanah untuk waktu yang sama. Hebatnya lagi, kompor ini memiliki semburan api yang lebih kenceng.
Kompor air tersebut mampu menyala dengan api yang sangat kuat, tidak menimbulkan asap, jelaga, bau. dan tingkat suhu yang juga tinggi (warna api agak biru dan bahkan
lebih panas dibanding kompor gas.). Namun sesuai dengan namanya, tentu saja kelebihan kompor tersebut, terletak pada iritnya bahan bakar yang diperlukan. Untuk satu jam kompor menyala, hanya membutuhkan satu sendok teh minyak tanah! Untuk memasak air menggunakan panci besar hanya membutuhkan 5-10 menit. Untuk masalah keamanannya, dijamin kompor air juga minim risiko meledak.
ahasianya hemat dari kompor ini adalah, pada
perangkat listrik yang dipasang padanya yang berfungsi sebagai alat konversi
energi air dan minyak tanah, sekaligus sebagai pengatur panas pada api kompor.
Daya listrik yang dipakai pun tidak besar, hanya 10 watt saja. Dengan kombinasi
listrik, minyak dan air ini, Kompor
mampu menyala selama 24 jam penuh hanya dengan satu liter BBM saja yang
ditambah sepuluh liter air.
Pilihan bahan bakarnya pun tidak terbatas pada
minyak tanah semata. Melainkan bisa juga diganti dengan spiritus, alkohol, atau
bahan-bakar lainnya.
Meskipun sangat potensial bagi masyarakat, ternyata penemuan ini tidak mendapat sambutan
antusias dari pemerintah.
Kompor Air Made In Banyumas
Liputan6.com, Banyumas: Seorang warga Banyumas, Jawa Tengah, berhasil menciptakan kompor berbahan bakar air. Sinung Raharja, warga Desa Kalibagor, menggunakan bahan-bahan sederhana untuk merangkai komponen kompor ciptaannya. Selama empat tahun beruji coba, alumnus sebuah akademi teknik elektro ini berhasil membuat purwarupa kompor hemat bahan bakar.
Cara kerja kompor buatan Sinung berdasarkan penguapan air dan minyak tanah. Gas yang timbul kemudian dibakar dan diperkuat dengan filamen seperti pada lampu bohlam. Dengan bantuan satu sendok minyak tanah, kompor ini menghasilkan api yang tanpa jelaga.
Sinung mengaku sudah memintakan hak paten untuk kompor ciptaannya. Namun, produksi massal kompor tersebut masih terganjal ketersediaan dana. Kendati demikian, dia mengaku telah ada investor asal Jerman dan Australia yang berani membayar lebih dari Rp 1 miliar untuk membeli hak ciptanya.(ADO/Mardianto)
Kompor Berbahan Bakar Air Gantikan Elpiji
Banyumas – Ketergantungan masyarakat terhadap kompor elpiji sangat tinggi. Tak pelak, ketika terjadi kelangkaan pasokan elpiji hal itu menimbulkan kepanikan di kalangan masyarakat. Barangkali hal itu tidak terjadi jika masyarakat telah memakai kompor yang ditemukan Sutarmin Sinuang Rahardjo (48), warga Kalibagor, Banyumas, Jawa Tengah.
Kompor penemuan Sutarmin itu juga tidak akan terpengaruh meski terjadi kelangkaan minyak tanah. Bahkan, sebaliknya, kompor tersebut mampu menurunkan konsumsi minyak tanah.

Aneh memang, kompor “ajaib” yang ditemukan Sutarmin justru bergantung pada air. Kenapa? Karena kompor itu sebagian besar bahan bakarnya memang dari air, meski masih membutuhkan minyak tanah. Tetapi jumlahnya sangat sedikit.
Itulah kelebihan kompor yang ditemukan Sutarmin. Warga Kalibagor itu memang menemukan kompor yang lain daripada yang lain. Bahkan di kolong dunia ini belum ada kreasi semacam itu, sehingga dia memperoleh hak paten atas penemuannya tersebut.
Bayangkan saja, untuk menyalakan kompor hanya membutuhkan listrik, air, dan minyak tanah dengan jumlah sangat sedikit. Perbandingan antara air dengan minyak tanah adalah 1:10. Jika airnya 5 liter misalnya, kebutuhan minyak tanah hanya 0,5 liter. Sangat irit bukan?
Penemuan itu tidak datang begitu saja. Membutuhkan waktu bertahun-tahun agar bisa menciptakan kompor berbahan bakar air tersebut. Sutarmin memulainya sejak tahun 2003, baru tahun 2006 mulai menemukan hasilnya. Tahun 2007 sekarang, kompor tersebut sudah semakin baik, meski belum sempurna bentuknya. Tetapi secara prinsip, kompor itu betul-betul telah mampu dioperasikan.
Ketika SH berkunjung ke rumahnya, Sutarmin dengan cekatan mampu membuktikannya. Kompor tersebut bentuknya hampir sama dengan kompor elpiji. Bentuknya lebih tebal. Tidak ada tabung seperti halnya tabung elpiji. Hanya ada kabel dari kompor tersebut yang dialirkan pada arus listrik. Selain itu, bahan bakarnya yakni air dan minyak tanah dimasukkan dalam tabung yang bersatu dengan kompor.
Sederhana
Cara kerjanya pun sangat sederhana. Mula-mula, kabel dari kompor dialiri listrik. Aliran listrik itu digunakan untuk memanaskan air yang menjadi bahan bakar tersebut, serta untuk memantik “korek api” elektrik yang ada dalam komponen kompor. Setelah beberapa saat, akan terdengar suara air mendidih. Kemudian, dia menyalakan kompor seperti halnya kompor elpiji. Nyala apinya juga sama persis dengan elpiji, bahkan tidak membuat kehitaman panci atau alat masak lainnya.

Prinsipnya, kata Sutarmin, sebetulnya sangat sederhana. Aliran listrik tersebut masuk dalam pemanas yang kemudian membuat air yang menjadi bahan bakar itu mendidih. Dalam kondisi mendidih, air menghasilkan uap yang bercampur dengan minyak tanah. Bersamaan dengan itu, pematik dihidupkan dan menghasilkan api yang berwarna biru.
“Jika kompor dipakai sejak awal, pemanasannya membutuhkan waktu sekitar 10-15 menit. Setelah kelihatan menganga pada “korek” elektriknya maka saklar dinyalakan dan api langsung menyala. Awalnya, aliran listrik membutuhkan daya sekitar 100 watt. Namun jika telah menyala, kebutuhan listrik hanya tinggal lima watt saja. Kalau kompor akan terus dipakai, sebaiknya aliran listrik jangan diputus. Sebab kalau diputus itu berarti membutuhkan waktu untuk pemanasan lagi,” katanya.
Menurutnya, adanya kompor ini akan sangat membantu masyarakat yang kesulitan membeli gas elpiji atau minyak tanah karena harganya semakin mahal. Penemuan ini, kata Sutarmin, memang tidak bisa disampaikan secara detail kinerjanya, karena menyangkut hak cipta.
“Yang pasti, dengan adanya penemuan kompor ini, setidaknya masyarakat akan tahu bahwa kompor tidak selamanya berbahan bakar minyak atau elpiji atau listrik. Tetapi juga dapat berbahan bakar air,”tandas Sutarmin.
sumber: http://tigajam.blogspot.com/2009/04/kompor-berbahan-bakar-air.html
catatan admin:
Di dalam forum dan mailing list hal teknologi, kompor bahan bakar air masih dalam perdebatan. Terlepas dari pro dan kontra, ide atau pemikiran teknologi ini patut di acungi jempol dalam niatnya membuat sesuatu yang berguna bagi orang lain. Berikut sebagian  berita dan diskusi pro kontra dalam forum kompor berbahan bakar air.

MEMBUAT ALAT PENGHEMAT BBM MOTOR DAN MOBIL


hidrogen_booster_pada_jupiter_z
BBM yang terus naik dan naik lagi, semakin menyusahkan rakyat menengah kebawah. Karena sikond demikian, ada seoarang yang kreatif membuat alat penghemat BBM untuk kendaraan khususnya sepeda motor dan mobil. Menurut sang pembuat,telah diuji coba dan hasilnya sangat lumayan menghemat BBM . PENASARAN??? langsung aja simak berita dan bagaimana bentuk juga cara teknik kerjanya.

MEMBUAT ALAT PENGHEMAT BBM

oleh: P.Joko


Membuat alat penghemat BBM ini pada dasarnya dengan cara memecah molekul air( H2O) agar menjadi gas hidrogen( H2), dengan bantuan energi listrik dari kendaraan. (2H2O→2H2+O2) Kemudian gas hidrogen yang dihasilkan tersebut di injekan ke “manifold” (intake manifold yaitu pipa saluran untuk masuknya uap gas dari karburator ke ruang mesin) kendaraan.
Silahkan dilihat skema,nya ada di bawah ini:
Ini skema untuk sepeda motor,
skema-hho-motor
Sedangkan yang di bawah ini, skema penghemat BBM untuk mobil:
skema-hho-mobil
Tulisan ini dibuat pada tanggal 18 juli 2010 saat alat penghemat BBM tersebut sedang saya terapkan pada sepeda motor Jupiter Z burhan, gambarnya ada di bawah ini:
hidrogen_booster_pada_jupiter_z
Kondisi motor masih standar, dulunya 1liter premium cuma bisa sejauh 37-45km, dengan tambahan alat penghemat BBM ini 1liter premium bisa menempuh jarak sejauh 65-70km. Walaupun penggunaan BBM semakin irit, tapi tenaga motor juga terasa makin gesit dan lincah.
Di bawah ini adalah gambar tabung yang saya gunakan untuk menghasilkan gas hidrogen:
tabung_hidrogen
Di dalam tabung tersebut berisi: elektroda-elektroda yang terbuat dari penggaris stainless dan soda kue yang dilarutkan pada air murni( H2O), dalam hal ini saya hanya menggunakan air hujan hehehe.
Ini gambar elektroda-elektrodanya sebanyak lima buah yang saya susun – + – + – :
elektroda
Elektroda-elektroda tersebut dirakit dengan jarak 5mm kemudian di lem besi, sedangkan ujung atasnya dirangkai dengan mur baut untuk menyambungkan ke kabel tegangan positif dan negatif, ini gambarnya:
ujung_atas_elektroda
Di bawah ini gambar soda kue yang masih dalam botol, soda kue tersebut saya larutkan dalam air murni yang ada dalam tabung elektrolizer sampai lampu 12volt/25watt menyala dan elektroda-elektroda negatif(-) mengeluarkan gelembung-gelembung udara.

Oh iya, setelah merakit dan mencoba tabung elektrolizer tersebut berhasil, kemudian pada output tabung elektrolizer saya tambahkan satu tabung lagi dengan ukuran agak kecil sebagai pengaman yang berisikan air biasa, saluran input yang berada dalam tabung disambung dengan slang sampai menyentuh di dasar air, kemudian output dari tabung pengaman tersebut di ijekan ke manifold. Ini gambar tabung pengamannya:
tabung_pengaman
Pada praktek ini saya menggunakan penyearah dioda kuprok 25Amper, tabung elektrolizer menggunakan botol kaca bekas wadah acar mentimun, tabung pengaman menggunakan botol plastik bekas wadah kopi moca (hehehe ternyata lumayan murah meriah dengan barang-barang bekas yang didapat dari dapur). Untuk sambungan slang ke tabung pengaman maupun tabung elektrolizer memakai pipa L aquarium, sedangkan sambungan slang ke manifold memakai pipa T aquarium(ini saya harus beli, karena di dapur tidak ada hehehe), sambungan T itu kan ada tiga ujung, caranya, cabut dulu sambungan slang dari manifold ke vacum kran bensin, kemudian ujung “T pertama” disambungkan dengan menambahkan slang kira-kira 3-5cm masuk ke “manifold”, ujung “T kedua” ke “slang vacum kran bensin”, ujung “T ketiga” ke “slang output tabung pengaman” hidrogen.
Bila setelah dipasang alat ini ternyata saat langsam putaran mesin jadi tinggi, putar saja skrup stelan stasioner gas yang ada pada karburator sampai diperoleh putaran mesin sesuai dengan yang dikehendaki.
Hati-hati saat merakit alat ini, karena sifat gas hidrogen sangat mudah terbakar, beberapa waktu yang lalu di awal-awal praktek saya tidak percaya kalau gas hidrogennya ada, untuk membuktikan pernah saya coba pada pipa saluran keluar dari tabung elekrolizes disambung dengan slang bening kira-kira 1meter, kemudian ujung slang saya sulut dengan korek api, pikir saya saat itu kalau gas hidrogennya memang ada, pasti ujung slang bisa menyala seperti lampu karbit ataupun las karbit, eh ternyata api malah terhisap melalui slang dan kemudian “DAARR…!!!” tabung meledak sangat keras, tutup tabung copot, elektrodanya terhambur keluar, lampu 12 padam, saya hanya bisa bengong sambil menyadari baru saja melakukan tindakan bodoh, untung tidak sampai luka atau cidera.

LPG untuk motor

Penggemar otomotif banyak yang paham manakala bensin digantikan elpiji dapat menjalankan mesin kendaraan seperti sepeda motor. Hasilnya akan lebih irit dan ramah lingkungan. Tetapi, faktanya masih terlampau sedikit orang yang berani mengaplikasikannya.
Kalau tidak tahu tekniknya, tabung elpiji untuk bahan bakar sepeda motor itu bisa meledak dan mencelakakan orang di sekitarnya,” kata Soelaiman Budi Sunarto, pendiri Koperasi Serba Usaha (KSU) Agro Makmur, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.
Sekarang ini elpiji dalam kemasan tabung kecil ukuran tiga kilogram sangat mudah dijumpai. Tetapi, masih saja belum begitu banyak orang yang mengenal teknik konversi bensin menjadi elpiji untuk menjalankan mesin sepeda motor.
Budi sejak tahun 1998 membentuk perusahaan Agro Makmur di Desa Doplang, Karangpandan, Kabupaten Karanganyar. Ia mengembangkan teknologi energi yang ramah lingkungan berbahan dasar bio-etanol dan metana atau biogas. Dilengkapi pula pembuatan sarana produksinya, seperti alat biogas konsumsi sampah untuk mengubah sampah organik kering menjadi metana atau sarana untuk pemakaian bio-etanol dengan kompor berbahan bakar hemat etanol.
Sejak 2009 ditemukan elpiji untuk bahan bakar sepeda motor. Satu kilogram elpiji sudah diuji coba mampu untuk menjalankan sepeda motor sejauh 100 kilometer sampai 200 kilometer. Jarak tempuh sejauh itu akan bergantung pada beban penumpang dan kelandaian jalan yang ditempuh.
Membran
Elpiji tidak bisa serta-merta dialirkan begitu saja ke ruang pembakaran mesin sepeda motor. Jika dilakukan asal-asalan, percikan api pada ruang pembakaran akan merembet menuju sumber elpiji, meledaklah tabung elpiji itu.
Budi mengatakan, kuncinya terletak pada membran. Membran terbuat dari tabung besi yang berfungsi menyimpan stok elpiji sebelum masuk ruang pembakaran melalui karburator. Kemudian karburator itu dimodifikasi. Tidak terlampau rumit memodifikasinya, tinggal menanggalkan fungsi pelampungnya. Fungsi pelampung di gantikan dengan membran itu.
”Hanya dua hal itu yang harus dilakukan. Jangan sekali-kali mencoba mengalirkan elpiji langsung menuju ruang pembakaran melalui karburator. Percikan api akan menjalar ke mana-mana, tabung elpiji akan meledak,” kata Budi.
Katup penyaluran gas
Untuk uji kelayakan membran, Budi dibantu peneliti dari Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) Suryadi. Menurut Suryadi, prinsip kerja membran menggantikan fungsi pelampung dengan mempertimbangkan fleksibilitas bahan.
Membran dibuat dengan tabung besi berdiameter 8 sentimeter dengan panjang sekitar 4 sentimeter. Pada permukaan atas dan bawah tabung membran diberikan lapisan karet. Supaya tidak bocor, permukaan karetdilapisi dengan pelat besi tipis. Dari tabung membran itu disediakan katup penyaluran gas ke karburator.
Menurut Suryadi, dalam pengujian kelayakan membran, daya tahan terhadap tekanan dipersyaratkan minimal mencapai 12 bar. Ini untuk mengantisipasi kekuatan tekanan elpiji yang berasal dari tabung elpiji.
Batas kemampuan menahan pada membran 12 bar itu untuk melampaui tekanan pada tabung elpiji yang hanya 10 bar.
Setelah elpiji mengalir ke karburator menuju ruang pembakaran, akan dibaurkan dengan udara. Mengenai komposisinya, secara umum pada sepeda motor bensin berbanding 1 untuk kapasitas bensin dengan 13 sampai 15 kapasitas udara.
Menurut Budi, berbeda halnya dengan komposisi yang dibutuhkan pada elpiji dengan udara. Komposisinya berbanding 1 untuk kapasitas elpiji dan 5 sampai 18 kapasitas udara.
Rinciannya demikian. Untuk start atau menyalakan mesin motor, dibutuhkan komposisi 1 untuk elpiji dan 5 untuk udara (1 : 5). Selanjutnya, untuk mesin menyala stasioner dengan komposisi 1 : 8.
Menuju akselerasi mesin komposisinya naik 1 : 12 dan menjadi 1 : 18 saat berjalan normal.
Harga ritel elpiji 3 kilogram di pasaran Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per tabung. Harga ini setara dengan sekitar 3,3 liter bensin (dengan harga Rp 4.500 per liter).
Menurut Suryadi, kisaran jarak tempuh 1 kilogram elpiji itu bisa 100 sampai 200 kilometer. Maka, satu tabung 3 kilogram elpiji bisa untuk jarak tempuh berkisar 300 sampai 600 kilometer, sedangkan 3,3 liter bensin hanya untuk sekitar 100 kilometer.
”Elpiji terbuat dari butana dan propana yang masih tergolong mahal jika dibandingkan metana yang bisa dihasilkan melalui pembakaran anaerob sampah organik kering,” kata Suryadi.
Metana, menurut Suryadi, masa depan bahan bakar kendaraan. Hanya saja saat ini pengepakan dan distribusinya masih menjadi kendala.
Motor Bensin Lebih Efisien Pakai Elpiji
Bahan bakar bensin untuk sepeda motor dapat dikonversi dengan elpiji. Berdasarkan uji coba praktisi energi alternatif, daya tempuh penggunaan 1 kilogram elpiji bisa mencapai 200 kilometer. “Secara teori, penggunaan elpiji atau bahan bakar gas lainnya bisa menggantikan bahan bakar minyak untuk mesin kendaraan,” kata Kepala Balai Besar Teknologi Energi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) M Oktaufik.
Menurut Oktaufik, gas belum populer digunakan. Kendala implementasinya terletak pada persoalan distribusinya. Bahan bakar cair paling menunjang proses distribusinya, sedangkan bahan bakar gas lebih rumit. “Tetapi, teknologi pengemasan gas seperti tabung elpiji 3 kilogram seperti sekarang makin memudahkan distribusi gas,” kata Oktaufik.
BPPT, menurut Oktaufik, pernah mengonversi bahan bakar diesel dengan elpiji di Nusa Tenggara Barat beberapa waktu lalu. Saat itu terjadi kelebihan pasokan elpiji sehingga dimanfaatkan PLN untuk membangkitkan listrik. ”Efisiensi saat itu terjadi, bisa menghemat 30 persen,” kata Oktaufik.
Praktisi energi alternatif Soelaiman Budi Sunarto, pendiri PT Agro Makmur Karanganyar, Jawa Tengah, menyampaikan telah berhasil menguji coba penggunaan elpiji untuk sepeda motor. Hasilnya, 1 kilogram elpiji bisa untuk menempuh jarak sekitar 200 kilometer, yang berarti sangat efisien.
Peralatan yang dibutuhkan berupa tabung membran. Kegunaannya untuk membatasi stok elpiji ke ruang pembakaran, sekaligus sebagai penyekat percikan api. Tabung membran dirancang dengan besi bekas pompa berdiameter 8 sentimeter dengan ukuran panjang tabung 4 sentimeter. Pada permukaan tabung membran dilapisi karet dan pelat seng 0,8 miligram berat jenisnya agar fleksibel bila terkena panas. “Saya baru bisa memproduksi tabung membran itu belasan jumlahnya,” kata Budi.
Ilustrasi
Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) tengah mengembangkan penggunaan elpiji untuk sepeda motor. Suryadi dari Pusat Teknologi Limbah Radioaktif Batan mengatakan, penggunaan bahan bakar ini akan lebih irit dan bisa mengurangi polusi.
Elpiji tidak dialirkan begitu saja ke ruang pembakaran mesin sepeda motor. Jika dilakukan asal-asalan, percikan api pada ruang pembakaran akan merembet menuju sumber elpiji dan bisa meledakkan tabung elpiji.
Kuncinya, kata Suryadi, membuat membran dari tabung besi yang berfungsi sebagai penahan tekanan gas elpiji sehingga bisa masuk  ke karburator secara teratur sesuai dengan kebutuhan. Karburator juga dimodifikasi. Tidak terlampau rumit memodifikasinya, tinggal menanggalkan fungsi pelampungnya. Fungsi pelampung digantikan dengan membran itu.
“Pelampung itu kita copot lalu kita masukan semacam membran untuk pengatur masuknya elpiji sehingga tidak terlalu besar masuk ke pembakaran. Tangkinya nanti tangki elpiji kita letakkan di belakang, tempat helm itu, kemudian gas disalurkan ke membran sebelum masuk ke pembakaran. Tabungnya yang tiga kilogram, yang sering dijumpai di pinggir jalan,” kata Suryadi.
Suryadi menjamin tidak akan ada kebocoran gas, karena saat sepeda motor dimatikan membran secara otomatis menutup jadi tidak ada sisa gas yang menuju ke karburator.
Ia menambahkan, harga ritel elpiji 3 kilogram di pasaran Rp 14.000 sampai Rp 15.000 per tabung. Harga ini setara dengan sekitar 3,3 liter bensin (dengan harga Rp 4.500 per liter).
Menurut Suryadi, kisaran jarak tempuh 1 kilogram elpiji itu bisa 100 sampai 200 kilometer. Maka, satu tabung 3 kilogram elpiji bisa untuk jarak tempuh berkisar 300 sampai 600 kilometer, sedangkan 3,3 liter bensin hanya untuk sekitar 100 kilometer.
Batan rencananya akan menguji coba teknologi ini pekan depan di  Pusat Penelitian Ilmu dan Teknologi (Puspitek) Serpong, Tangerang. Suryadi optimistis program ini bisa berjalan karena gas elpiji sangat mudah didapat.
(kompas.com)
judul asli: Elpiji untuk Bahan Bakar Sepeda Motor